THE MAKING OF A CHRISTIAN LEADER

RESENSI BUKU : THE MAKING OF  A CHRISTIAN LEADER

Pengarang: Ted W. Engstrom

 

Latar Belakang Penulisan Buku

Dunia sekarang ini diperhadapkan dengan munculnya berbagai persoalan yang tidak dapat diatasi. Standar moral hampir tidak ada lagi, krisis keuangan, dan sebagainya merupakan persoalan yang sama yang akan dihadapi oleh generasi kedepan yaitu krisis kepemimpinan. Keberhasilan sebuah organisasi terletak kepada kepemimpinan yang efektif. Hal ini merupakan faktor yang melatarbelakangi penulisan buku ini.

Motivasi Penulisan Buku

Adapun motivasinya adalah untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pemimpin kristen akan apa yang harus dilakukan didalam gereja, organisasi. Penulis berharap juga bahwa melalui buku ini persoalan yang akan datang tidak menjadi rumit tetapi inti persoalan lebih cepat di pahami  dan menantang banyak orang untuk berjuang keras mencapai kepemimpinan yang lebih baik.

 

Pesan-Pesan dan Inti Tulisan

Adapun pesan-pesan dan inti tulisan ini adalah sebagai berikut:

Pada bagian pertama penulis memberikan penjelasan tentang pertanyaan umum yaitu apa itu kepemimpinan. Ada banyak orang pasti tau apa itu kepemimpinan. Kita dapat memberikan pengertian tentang kepemimpinan dari kegiatan para maneger tetapi pengertian itu terlalu melebar. Tetapi defenisi kepemimpinan lebih dekat dapat ditarik dari apa yang dilakukan oleh pemimpin. Yang dilakukan  pemimpin adalah memimpin.

Mengutip Nicholas Murray Butler mengatakan bahwa ada tiga jenis orang didunia yaitu mereka yang tidak tau apa yang terjadi, kedua mereka yang menonton kejadian, ketiga mereka yang membuat sesuatu terjadi.

Seorang pemimpin yang ingin mencapai hasil yang jelas dia harus mempertimbangkan hal-hal utama berikut ini:

  1. Menentukan sasaran atau hasil yang ingin dicapai
  2. Merencanakan kegiatan-kegiatan penting
  3. Mengorganisir program
  4. Menyiapkan daftar jam
  5. Menetapkan batas pengawasan.
  6. Menjelaskan tanggungjawab dan pertanggungjawaban
  7. Memelihara saluran komunikasi
  8. Membangun kerjasama
  9. Menyelesaikan masalah
  10. Memberikan penghargaan kepada orang yang  berhak

 

Selanjutnya penulis juga memberikan perbedaan antara antara management dan  kepemimpinan. Penulis mengutip Olan Hendrix dalam menjelaskan perbedaan ini. Adapun perbedaan antara managemen dengan kepemimpinan adalah

Leadership Management
Kepemimpinan merupakan Kualitas atau mutu

Kepemimpinan menyediakan visi

Kepemimpinan menguraikan konsep

Kepemimpinan melatih iman

Kepemimpinan mencari efektifitas

Kepemimpinan sebuah pengaruh diantara sumber-sumber tenaga yang bagus

Kepemimpinan menyediakan arah

Berkembang dengan pesat karena menemukan peluang

Ilmu pengetahuan dan seni

Memberikan pandangan yang realistis

Berhubungan dengan kegunaan/fungsi

Bagaimana melakukan sesuai dengan fakta

Berusaha efisiensi atau tepat guna

Koordinasi dari sumber-sumber yang tersedia untuk mencapai hasil maximum

Berkaitan dengan pengawasan atau kontrol

Sukses karena prestasi

 

Pada bagian kedua yaitu Perjanjian Lama dan Kepemimpinan, disini membahas pertanyaan-pertayaan: Apakah persoalan kepemimpinan alkitabiah? Adakah prinsip-prinsip organisasi dan spiritual kepemimpinan? Dapatkah kita pelajari Alkitab dan menemukan metode yang menjadi pedoman dalam berpikir? Jawabahnya adalah Ya.

Didalam Alkitab jelas dikatakan disana bahwa Allah mencari pemimpin dan memakai mereka.

Pendekatan penelitian secara cermat dari pemimpin disebutkan didalam Alkitab mengindikasikan bahwa mengalami kegagalan sewaktu-waktu dalam kehidupan mereka tetapi kunci keberhasilan mereka yaitu mereka tidak pernah merendahkan diri ke tanah. Mereka belajar dari kegagalan mereka, berbalik dan dipakai lebih hebat lagi.

Apakah contoh paling bagus tentang organisasi yang terdapat didalam Alkitab?  Di dalam perjanjian lama kita dapat menemukan banyak prinsip-prinsip management. Salah satu yang paling terkemuka adalah instruksi Musa oleh Jitro ( Keluaran 18:13-27 ) yaitu:

  1. Observation and Personal Inspection ( Pengamatann dan pemerksaan perseorangan )
  2. Questioning-Discerning Inquiry ( Bertanya-membedakan
  3. Conflict Resolution correction
  4. Judgment
  5. Evaluation-of effect on leader and people
  6. Coaching- counceling, representantion establishing precedures
  7. Teaching, demonstration, job specification, delegation, selection, establish qualification, assign responsbilities
  8. Span of control, judging, evaluation appraisal, limits of decision-making; management by exception
  9. Explanation of benefit
  10. Listening, implementation
  11. Choosing, selecting, assign responbilitiy. Span of control
  12. Judging-evaluating management by expection

Perjanjian baru memberikan comentar keseluruhan atas kualitas terkemuka dan memiliki pengaruh dari kepemimpinan Musa dan membuat dia berhasil ( Ibrani 11 )

  1. Faith ( Ayat : 24 )
  2. Integrity / Integritas ( ayat : 25 )
  3. Vision / Visi ( ayat : 26 )
  4. Decisiveness (
  5. Obedience
  6. Responsbiliy ( Verse 29 )

 

Bagian ketiga Christ and Leadership in the Gospels  ( Yesus Kristus dan Kepemimpinan didalam Injil ). Tuhan Yesus menetapkan contoh metode kepemimpinan sebagaimana dia ungkapkan yaitu:Anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani;….Aku ada ditengah-tengah kamu sebagai pelayan, ( Mark 10:45, Luke 22: 27 ).

Dia mengajar para murid bagaimana melayani, dia mengajar para pemimpin bahwa kebesaran tidak ditemukan pada kedudukan atau jabatan tetapi kebesaran ditemukan di dalam pelayanan. Tuhan Yesus membuat jelas bahwa kepemimpinan yang benar dilandaskan pada cinta/kasih melalui pelayanan.

Pada bagian kelimat disini dijelaskan bahwa kemampuan seseorang untuk mengelola atau mengatur merupakan karunia Allah. Didalam daftar Karunia Roh didalam Roma 12 disebutkan karunia mengajar dan menasihati tetapi juga kerajinan sebagai syarat bagi orang yang memimpin.

Pada bagian ke enam menjelaskan memberkan penjelasan tentang pertanyaan logis: Jika Allah memperlengkapi karunia-karunia, apakah ada orang-orang yang dilahirkan menjadi pemimpin? Bagaimana dengan bakat atau kemampuan alami? Jika seseorang memiliki karunia kepemimpinan, apakah akan menghalangi pelatihan khusus?

Selanjutnya pada bagian yang ketujuh membahas gaya kepemimpinan. Kepemimpinan banyak dipraktekan dengan berbagai cara, apakah itu dilingkungan pendidikan, politik, militer,  agama, ekonomi maupun lingkungan sosial. Gaya kepemimpinan tergantung kepada beberapa faktor:

Kepribadian, karakter dan situasi. Ada banyak model kepemimpinan seperti Laissez Faire, Democratic-Participative, Benevolent-Autocratic, Autocratic-Bureaucratic. Setiap model kepemimpinan punya kelebihan dan kelemahan tersendiri tetapi kuncinya adalah fleksibilitas.

Pada bagian ke delapan membahas tentang personalitas dari pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki daya tahan. Memiliki semangat, dan pendirian. Sebab jika tidak memiliki kualitas seperti ini maka akan menghadapi kesusahan untuk menolong anggotanya. Seorang pemimpin besar harus memiliki iman yang kuat.. Pada  bagian kesembilan menjelaskan tentang nilai kepemimpinan. Kritikan, kepenatan, berpikir kreatif,  kesendirian karena kehilangan kebebasan merupakan harga yang harus dibayar oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus menerima kritikan untuk itu dibutuhkan kedewasaan emosional.

Pada bagian kesepuluh membahas ukuran kepemimpinan. Menurut penulis kompetensi merupakan indikator utama karena kompotensi sangat menentukan tingkat operasi di setiap organisasi. Kompetensi juga merupakan kemampuan untuk bisa melihat kelemahan, kerusakan didalam organisasi. Hal kedua adalah Efisiensi. Efisiensi merupakan tingkat tertinggi dalam pelaksanaan peta arah organisasi. Yang ketiga adalah efektifitas.

Bagian kesebelas yaitu tentang pembawaan pribadi didalam kepemimpinan. Kualifikasi utama untuk mencapai keberhasilan dalam kepemimpinan adalah integritas pribadi. Setiap orang punya ambisi untuk menjadi pemimpin tetapi satu hal yang penting bagi setiap pemimpin kristen adalah ambisi harus membawa kemulian bagi Kristus. Kristus yang mengendalikan ambisi kita dan Roh Kudus yang mengontrol setiap ambisi. Didalam kepemimpinan mensyaratkan kepekaan yang kuat untuk menggunakan kekuasaan pada waktu yang tepat. Mengutip William Oncken, Jr mengatakan bahwa kekuasaan terdiri dari empat komponen yaitu:  The authority of competence, kedua the authority of position, ketiga the authority of personality, keempat authority of character. Keunggulan yang terdapat didalam kepemimpinan hanya apabila seseorang mau membuat pengorbanan dan memperkuat dirinya. Dan menggunakan kekuasaanya di tempat yang benar. Pribadi yang paling memberi pengaruh yang tak terhapuskan kepada generasi mereka adalah mereka yang memiliki visi dan kekuatan daya cipta. Pemimpin yang kreatif mengumpulkan sedikit demi sedikit ide dari berbagai sumber dan menyatukannya sampai menjadi produk jadi. Hal lain yang menjadi ukuran dalam kepemimpinan adalah bagaimana seorang pemimpin mendelegasikan  tugas, Ketegasan, ketekunan dan keseimbangan hidup serta iman dan doa.

Pada bagian keduabelas membahas tentang pengembangan keahlian dalam kepemimpinan. Pengembangan keahlian kepemimpinan merupakan proses yang tidak pernah akan berakhir. Orang yang merasa seakan-akan sudah memiliki atau mencapai  keahlian kepemimpinan harus menyadari bahwa dia belum pernah sampai. Dalam membangun keahlian kepemimpinan dibutuhkan standar, ujian, perkembangan kepribadian, penempatan sebagai masa pencobaan, mengukur perkembangannya.

Bagian ketiga belas membahas tentang motivasi dan kepemimpinan. Seorang pemimpin sukses sebagai motivator berhubungan langsung. Seorang pemimpin sering menggunakan gaya tertentu, meskipun tidak menyadarinya. Hal ini disebabkan karena cara pandang dan motivasi mereka. Motivasi yang benar penting  bagi kepemimpinan yang kuat dan efektif.

Pada bagian keempat belas membahas tentang tugas utama seorang pemimpin. Ada dua tugas mendasar seorang pemimpin adalah membuat perencanaan dan mengorganisir rencana-rencana tersebut kedalam kerangka kerja yang sesuai. Perencanaan meliputi penetapan tujuan dan sasaran hasil organisasi serta pembuatan peta kerja. Sekali rencana telah ditetapkan, mengorganisir menjadi berarti.  Setiap perencanaan diawali dari  goal sebagai titik awal dari hasil yang hendak dicapai. Gol setting harus dibuat secara spesifik.

Pada bagian kelima belas dibahas tentang implementasi rencana oleh pemimpin. Perencanaan dan mengorganisir sangatlah penting. Sebelum pemimpin mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka seorang pemimpin harus melengkapi 4 langkah yaitu:  Harus dapat mengetahui atau mendefenisikan gol bersama dari seluruh kelompok.yang kedua adalah daerah spesifik bertanggungjawab untuk tiap-tiap individu harus di buat jelas. Yang ketiga adalah membuat standar performance harus di ketahui sehingga masing-masing individu tau dan  pekerjaan-pekerjaan yang baik dapat dipertimbangkan. Yang keempat adalah pekerjaan setiap orang harus dapat diukur.

Untuk mencapai goal bersama seorang pemimpin  harus memberikan arah untuk supaya mengikuti  Hal ini meliputi tugas utama dari perencanaan dan pengorganisasian. Hal ini meliputi beberapa fungsi penting antara lain: kepegawaian, komunikasi yang sungguh-sungguh, delegasi dan pembuatan keputusan.

Pada bagian yang keenambelas membahas tentang pemimpin harus lebih efektif melakukan kontrol kegiatan. Perencanaan, pengorganisasian, perintah, dan pengawasan merupakan tugas penting dari seorang pemimpin di berbagai bidang. Untuk mencapai hasil yang baik tergantung kepada kosentrasi kita dan usaha dalam melaksanakan keempat tugas penting seorang pemimpin.

Petunjuk ulung kepemimpinan dibahas dibagian ketujuhbelas. Menurut penulis mengatakan seorang pemimpin yang tidak percaya kepada diri sendiri orang lain pun tidak akan percaya. Seorang yang tidak memiliki kepercayaan diri tidak dapat memegang pekerjaan yang lebih tinggi. Kepercayaan diri dapat diperoleh dari belajar, praktek dan berusaha sebaik-baiknya setiap hari. Kepemimpinan yang ulung mensyaratkan kepekaan akan apa yang sedang terjadi.

Ciri seorang pemimpin kristen dibahas dibagian terakhir yaitu bagian kedelapabelas. Kepemimpinan kristen secara mendasar berbeda didalam motivasi dan cara kerja. Kepemimpina Kristen dimotivasi oleh kasih dan disalurkan melalui pelayan. Dalam kepemimpinan kristen Kristus merupakan pengendali kepemimpinan.

 

Evaluasi

Menurut peresensi, buku ini merupakan buku yang sangat bagus untuk di baca oleh banyak pemimpin kristen. Buku ini penuh dengan pesan-pesan yang membangun jiwa kepemimpinan yang unggul. Buku ini bukan hanya sekedar teori belaka tetapi isinya sangat applicable dalam kegiatan kepemimpinan baik di organisasi maupun di gereja. Penulis memberikan juga penekanan yang tegas antara kepemimpinan di lingkungan sekuler dengan kepemimpinan kristen. Penulis juga memberikan prinsip-prinsip menjadi pemimpin kristen yang unggul. Buku ini jauh lebih bagus lagi apabila dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sehingga banyak pemimpin gereja di Indonesia boleh memiliki minat untuk membaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: