RESENSI

BILL HYBELS

Latarbelakang penulisan buku

Kepemimpinan Yang Berani karangan  Bill Hybels dilatar belakangi oleh pengalaman yang dialami selama dirinya diproses oleh Tuhan menjadi pemimpin yang selalu berjuang untuk menang menghadapi tantangan didalam pelayanannya.Tidak banyak orang dapat bertahan didalam sebuah tantangan pelayanan. Banyak orang yang tidak mau menghadapi tantangan, mereka ingin merasa aman tanpa masalah didalam pelayanan khususnya dalam hal keuangan. Melalui pengalaman yang pernah dialami oleh Bill Hybels, kemudian termotivasi menulis buku yang berjudul Kepemimpinan Yang Berani dengan harapan agar pria dan wanita yang memiliki karunia spiritual untuk memimpin mulai memimpin dengan energik, penuh sukacita, dan efektif di gereja-gereja setempat dimanapun.

Pesan dan inti tulisan.
Pesan yang disampaikan didalam buku ini adalah sebagai berikut:
1. Gereja memiliki kekuatan
Bahwa gereja merupakan harapan dunia dan masa depannya terletak ditangan para pemimpinya. Kekuatan yang dimiliki oleh gereja dapat membawa perubahan kepada dunia. Kekuatan itu adalah kasih Yesus Kristus yaitu kasih yang mengalahkan dosa dan rasa malu dan menyembuhkan luka-luka serta memperdamaikan musuh-musuh  dan memperbaiki mimpi-mimpi yang hancur serta akhirnya mengubah dunia. Itu berarti bahwa dengan cara yang sangat nyata masa depan dunia terletak ditangan jemaat setempat. Tanpa gereja yang penuh dengan kuasa Allah yang dapat menitikkan kebaikan, damai dan kasih serta suka cita ke dalam dunia, kebobrokan moral akan menang, kejahatan akan membanjiri dunia.

2.  Senjata pemimpin yang paling ampuh bagi perubahan dunia adalah visi.

Visi adalah inti dari kepemimpinan, visi merupakan bahan bakar yang membuat para pemimpin bertahan. Ia adalah energi yang menciptakan tindakan dan menyalakan gairah para pengikut. Allah akan memakai pemimpin gereja yang memiliki visi yang memuliakan Allah, memajukan kerajaanNya dan menggelorakan hatiNya.

3. Kepemimpinan Aktif:

Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang aktif yaitu kepemimpinan bergerak maju melalui tahap-tahap pembuatan rencanan strategis, menetapkan tujuan dengan memperhitungkan keseimbangan. Visi memang penting tetapi yang dibutuhkan adalah sebuah rencana dan penjelasan secara bertahap mengenai bagaimana caranya bergerak dari visi menuju realitas.

4. Membangun Tim Impian.

Langkah-langkah untuk membangun tim impian adalah dengan mendefenisikan tujuan tim secara spesifik. Kemudian menetapkan kriteria yang jelas untuk memilih anggota-anggota tim yang spesifik tujuannya adalah untuk melihat karakteristik dan kualitas tertentu menurut derajat kepentingannya. Kemudian kriterian lain adalah tentang kecocokan. Apakah seseorang itu cocok atau sesuai dengan hubungannya dengan anggota-anggota kelompok lain.

Setelah itu maka yang perlu dilakukan adalah mengajukan pertanyaan yang benar benar penting yaitu apa yang diperlukan agar tim dapat mencapai potensinya yang penuh.? Bagaimana harus memimpin tim?

Untuk membangun prestasi tim harus menetapkan tujuan yang jelas sebab tanpa tujuan yang jelas tim akan kebingunan. Tetapi apabila sudah direncanakan dengan baik akan terlaksana dengan baik juga.

Cara lain untuk membangun prestasi tim adalah dengan memberikan imbalan atas prestasi.

5. Bagaimana menghadapai tantantang dalam mengelola sumber daya

Salah satu ujian yang dihadapi oleh seorang pemimpin adalah keberanian seorang pemimpin didalam mengelola sumber daya. Bagaimana menghadapi kenyataan seperti. Tidak adanya fasilitas, peralatan, anggaran pelayanan dan tidak ada orang yang menjadi tempat untuk mengeluh. Satu hal yang harus dipercayai dalam menghadapi tantangan seperti ini adalah bahwa Tuhan adalah penyedia sumber daya yang utama. Yang kedua  adalah bahwa dalam situasi yang tepat, orang-orang sangat suka memberi. Yang ketiga yaitu mendanai pelayanan membuktikan karakter seorang pemimpin seperti yang tidak dapat dilakukan pada tantangan lain.

Ada beberapa sumber daya dan cara mengelolanya yaitu:

  1. Sumber daya dan prinsip pendidikan artinya yaitu suatu upaya dalam memberikan prinsip-prinsip pendidikan yang alkitabiah menyangkut manajemen uang, memberikan pelatihan dan nasihat pribadi kepada orang-orang yang berusaha untuk menyelaraskan keuangan mereka dengan prinsip-prinsip alkitabiah.
  2. Sumber daya dan prinsip informasi yaitu suatu prinsip yang  memberikan informasi kepada umat karena satu hal yang penting adalah setiap orang pasti ingin tahu, pantas tahu karena mereka tidak dapat membantu kalau tidak tahu apa yang diperlukan oleh gereja.
  3. Sumber daya dan prinsip kiss artinya keep it simple, stupid; buatlah sesederhana mungkin, bodoh . maksudnya adalah setiap hal yang menyangkut masalah keuangan selalu menjadi masalah yang kompleksitas dan merusak oleh sebab itu haruslah dibuat sesederhana mungkin agar dapat dipahami dan dinformasikan kepada orang lain.
  4. Sumber daya dan prinsip displin strategis yaitu suatu prinsip bagaimana mengadakan pendekatan kepada orang-orang yang punya agar mau memberi. Karena salah satu hal yang menahan orang yang punya karunia untuk memberi adalah tidak adanya kesempatan yang diberkan kepada mereka.
  5. Sumber daya dan prinsip visi mengajarkan bagaimana cara mengubah visi menjadi kenyataan, hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar ada orang yang mau membantu merealisasikan visi.

6. Mengembangkan para pemimpin yang sedang bangkit.

Ada tiga  fase dalam hal merencanakan pengembangan kepemimpinan yaitu:

  1. Mengidentifikasikan para pemimpin yang sedang bangkit
  2. Menanamkan investasi dalam pengembangan para pemimpin yang sedang bangkit.
  3. Mempercayakan tanggungjawab kepada para pemimpin yang sedang bangkit.

Kualitas karakter yang diperlukan didalam pengembangan pemimpin yang sedang bangkit yaitu : pengaruh,  karakter, keahlian, semangat dan kecerdasan.

7.  Menemukan dan mengembangkan gaya kepemimpinan anda sendiri.

Kunci kepemimpinan yang berpengaruh besar adalah ketika menemukan gaya kepemimpinan dan menyesuaikannya dengan gaya sendiri sesuai dengan kebutuhan spesifik gereja yang di pimpin. Ada beberapa gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

  1. Gaya kepemimpinan visionaris
  2. Gaya kepemimpinan yang memberikan arah
  3. Gaya kepemimpinan strategis
  4. Gaya kepemimpinan tipe pengelola
  5. Gaya kepemimpinan pembangkit motivasi
  6. Gaya kepemimpinan tipe penggembala
  7. Gaya kepemimpinan pembangun tim
  8. Gaya kepemimpinan tipe wiraswasta
  9. Gaya kepemimpinan rekayasa ulang
  10. Gaya kepemimpinan yang menjembatani

Untuk menemukan dan mengembangkan gaya kepemimpinan ada empat langkah untuk melakukannya yaitu:

  1. Mengindentifikasi gaya kepemimpinan anda sendiri
  2. Menentukan gaya yang cocok dengan situasi kepemimpinan anda saat ini.
  3. Menentukan gaya kepemimpinan setiap orang didalam tim anda
  4. Mengabdikan diri anda bukan hanya untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang paling dominan tetapi juga untuk berkembang dibidang-bidang yang menjadi kelemahan anda.

8. Indera Keenam : Proses pengambilan keputusan

Prinsip-prinsip didalam pengambilan keputusan antara lain:

  1. Keyakinan pribadi yaitu  keyakinan  kepada Allah bahwa jika kita menghormati dalam segala hal ia akan menghormati kita. Artinya adalah bahwa jika kita menghormati Allah dalam segala hal maka ia akan menghormati kepemimpinan, pelayanan kita yang telah ia percayakan kepada kita. Yang kedua ialah bahwa umat manusia merupakan kekayaan yang dimiliki Allah jadi artinya bahwa proses pengambilan keputusan adalah bahwa umat manusia itu berharga bagi Allah. Yang ketiga adalah gereja  setempat adalah harapan dunia.
  2. Pengaruh pemimpin-pemimpin lain. Bahwa dalam pengambilan keputusan dapat melakukan konsultasi dengan mentor penilai resiko, evaluasi prestasi, keunggulan, dan informan.
  3. Penderitaan. Yaitu pengalaman menyakitkan apabila ide kita tawarkan ditolak. Pengalaman inilah yang dapat membantu para pemimpin memahami rasa sakit yang terkandung dalam setiap gagasan baru. Sehingga dapat lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan
  4. Roh Kudus. Bahwa dalam proses pengambilan sebuah keputusan kita harus mendengarkan dengan cermat apa perkataan Roh Kudus.

9. Seni Memimpin Diri.

Seni memimpin adalah cara bagaimana seorang pemimpin mengarahkan kompas kepemimpinannya. Bagaimana cara memimpin diri anda sendiri? Apakah panggilan anda pasti? Apakah visi saya jelas ? Apakah semangat saya berkobar-kobar? Sudahkah saya mengembangkan karunia-karunia saya? Apakah karakter saya tunduk kepada kristus? Apakah keangkuhan saya berkurang? Sudakah saya mengatasi rasa takut? Apakah masalah-masalah pribadi mengganggu kepemimpinan saya? Apakah kecepatan langkah saya dapat dipertahankan? Apakah kasih saya kepada Allah dan orang-orang semakin bertambah?. Utara, Selatan, Timur dan Barat- seorang pemimpin harus belajar untuk memimpin kesemua arah. Aspek terpenting dalam kepemimpinan adalah memimpin diri sendiri.

10.  Seorang Pemimpin

Untuk menjadi pemimpin yang potensial diberkati Tuhan maka harus bersandar kepada Tuhan. Contoh pemimpin yang dapat ditiru adalah seperti Nabi Daud. Optimisme yang didasari oleh iman menggerakkan Daud untuk melakukan perkara-perkara besar bagi Allah. Yang kedua adalah Yonathan, yaitu kemampuannya untuk mengasihi. Yang ketiga yaitu Yusuf, dengan integritasnya dia tidak dirusak oleh kekuasaan, finansial, skandal politik, dan rayuan seksual. Yang keempat adalah Yosua, kebijaksanaannya didalam pengambilan keputusan pada saat ia berdiri dihadapan rakyatnya dan berteriak: pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan”. Yang kelima adalah Ester, keberaniannya untuk membela nasih kaum Yahudi dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Dan masih banyak lagi contoh pemimpin lain didalam alkitab seperti Salomo, Yeremia, Nehemia, Petrus, Paulus.

11. Jalan hidupsang pemimpin

Satu hal penting dan vital seorang pemimpin adalah relasi yang intim dengan Allah. Sebab Allah yang menetapkan seseorang menjadi pemimpin sehingga kita tidak bisa lepas dari sumber pokoknya.

12. Mengembangkan semangat tak pernah pudar.

Pertanyaan yang paling penting adalah bagaimana agar tetap bertahan dalam tekanan dan beban yang dihadapi oleh seorang pemimpin? Pelajaran pertama yang harus diketahui adalah memastikan bahwa panggillan anda pasti dan tetap pada fokus, yang kedua mengembangkan keberanian untuk berubah seperti merubah kecepatan langkah, cara melayani. Yang ketiga adalah menemukan orang-orang yang dapat diandalkan. Dan yan terakhir adalah bertahan dengan sudut pandang yang abadi.

Manfaat buku

Manfaat dari buku ini adalah dapat memberikan penguatan kepada setiap pemimpin didalam menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan. Memberikan cara-cara untuk menemukan gaya kepemimpinan dan cara-cara untuk melakukan regenerasi kepemimpinan, bagaimana cara memimpin, bagaimana mengelola sumber daya, bagaimana tetap bertahan.

 Keistimewaan
Adapun keistimewaan buku yang ditulis oleh Bill Hybels adalah buku ini ditulis berdasarkan pengalaman kepemimpinannya sehingga cukup mudah untuk di adopsi dan diterapkan pada beberapa kasus yang sama. Buku ini dapat menjadi referensi bagi para pemimpin gereja sebagai salah satu sumber informasi tentang kepemimpinan dan bagaimana mengelola permasalahan kepemimpinan dan sumber daya manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: